Jika Esok Ajal Menjelang

Senin, 06 September 2010
Inspirasi itu bisa datang dari mana saja…bahkan dari seorang anak kecil yang berlarian tanpa celana di keramaian pasar. Sang ibu mengejar sambil mengacungkan tangan memegang celana pendek dengan mulut tak henti memanggil nama si kecil. Tertangkap! Si kecil lalu terkikik dikitik-kitik ibunya. 
“Duh, naak…belom pake celana kok sudah lari-lari…malu loh…” Ibu itu lalu menciumi anaknya penuh sayang, lalu kembali berjualan. Si anak masih menggelayut manja di sampingnya. Ibu itu, penjual sayuran di pinggir jalan. Beralaskan terpal dari karung dengan payung besar untuk bernaung. Berdua, dengan anaknya, sambil sesekali menjajakan dagangan, “Sayur, Bu? Sayur…?”…

Teringat dengan kejadian beberapa hari yang lalu, seorang anak tetangga jatuh. Sang ibu datang dengan cepat menghampiri, berlari. Tapi langsung mencak-mencak, malah ditambahin “puk” di pantat sang anak… Duhh, bukan salah si batu yang disandung, bukan salah si kecil yang tersandung. Ibu, “puk” itu juga bikin sakit …

---

Pernah kebayang gak , apa yang akan kita lakukan seandainya tau umur kita tinggal 3-2-1 tahun? Atau bahkan mungkin ada dalam hitungan bulan, minggu, hari??? Ketika kita sakit parah, mungkin renungan tentang resolusi menjalani hidup tiba menjadi penguat hati untuk cepat sembuh. Ketika kerabat meninggal, menjenguk orang sakit, atau hanya dari melihat reality show “tolooong…tolooong”, hmm…. Hidup ini pelajaran yang dipelajari, dan kita belajar mempelajarinya…

Mensyukuri apa yang ada tak cukup teman. Nilai hidup lebih dari itu. Rasa syukur memberi kita tempat untuk menikmati hidup. Memberi rasa bahwa apa yang kita sudah jalani, itulah yang terbaik kita dapat. Tak perlu mendongak ataupun menunduk. Apapun itu, yang sanggup kau raih dan ada digenggamanmu. Disyukuri …. Tapi hidup tak hanya sendiri. Masih ada kawan dan lawan untuk berbagi. Lawan?? Berbagi? Hmm…

Lawan adalah musuh utamamu. Lawan yang yang tangguh, bikin keki dan bisa membuatmu kalah telak! Kalah terhadap harga diri, prestasi, bahkan tubuh, dirimu sendiri. Lalu hidupmu diusung rasa benci, dendam, dan iri hati. Merasa dirimu paling benar tapi tak benar. Merasa dirimu pintar tapi menjadi hal terbodoh yang pernah terlihat. Merasa dirimu penuh kasih sayang tapi wajahmu kecut buah dari kebencian. Merasa dirimu hebat tapi berbentuk kemunafikan. Merasa dirimu sehat tapi nyata parumu tergerogoti asap yang kau hirup, otakmu, hatimu, jantungmu, nyawamu…(fiuuuhh…).

Hmm…lantas apa yang kita lakukan? Ternyata hanya menggumam, nggrundel dan diam di tempat. Ah…pikirkan baik-baik teman, lawan apa yang hendak kita kalahkan? Dirinya? Dirimu? Nafsumu? Amarah? Angkara? Apakah ia berwujud sepertimu, atau bahkan berbentuk bongkahan batu besar yang pongah kau tanam di dalam bawah sadarmu . Apapaun itu, temukan dan berbagilah…. Berbagilah kebaikan dengannya.

Kebaikan apa yang telah kita lakukan? Kebaikan apa yang akan kita lakukan? Mungkinkah lawan menjadi kawan? Jika besok adalah ajalmu, berapa banyak lawan yang kau ajak berteman hari ini? Jika besok adalah ajalmu, lihatlah sekelilingmu. Santun ucapmu penuh kasih sayang, indah lakumu berbagi cinta. Apa yang ada dihadapanmu, yang teraih oleh genggamanmu adalah anugerah terbaik yang bisa kau bagi dengan yang lain. Besok adalah ajalmu. Nantikan ia dengan suka cita…


salam,

Kehidupan ku yang sangat berharga

Senin, 10 Mei 2010
Kehidupan ku yang sekarang lebih indah dari kehidupanku yang dulu karena dulu aku tidak ada saat kebersamaan jadi tidak bisa merasakan nikmatnya hidup. tapi seiring berjalannya waktu kehidupanku muali berbuah dengan muncul teman-teman yang senantiasa menghibur di saat sedih menemani di saat kesepian pokoknya indah jika hidup menjalani kebersamaan. Meamang Kebersamaan sulit didapat karena banyak orang yang mementingkan ego di luar sana tapi aku menemukan orang yang tidak memiliki ego sama sekali. Dia sangat Baik padaku sangat murah senyum sperti tiada kata tidak di dalam hatinya. Dan seiring di temani dia aku sedikit demi sedikit merasakan artinya kebersamaan yang sangat indah di mata ku dan dimatanya. Saat ini aku iongin kebersamaan itu akan terjalin selamanya